Langsung ke konten utama

Ngagurah Dano, Tradisi menangkap Ikan di sungai di Kab. Serang

Kab. Serang Ngagurah Dano adalah adat tradisi budaya msyarakat di sekitar bantaran sungai cidano yg meliputi masyarakat tiga kecamatan yaitu kecamatan Cinangka, Mancak dan Padarincang Kabupaten Serang Banten.
Ngagurah dano ini sudah menjadi tradisi 3 (tiga) warga di Kecamatan Di Kabupaten Serang, sejak dulu dan menjadi taradisi turun temurun. agenda budaya ngagurah dano ini dilaksanakan satu tahun sekali pada puncak musim kemarau, pasca panen raya.Dengan menggunakan alat tangkap ikan tradisional, seperti tadah, jala, ganco, sair dan sambet. Filosofi ngagurah dano adalah kebersamaan, kesabaran dan sikaf Arif terhadap alam mereka bersama sama mengambil ikan untuk kebutuhan konsumsi pada saat itu, dimakan bersama sama selebihnya dibawa pulang untuk keluarga di rumah. Senin (24/7/17)"ya bisanya antara bulan juli dan agustus, puncak kemarau, ikan yang didapat bisanya ikan gabus tawes ikan mas, nila ,nilem, lele, udang dan beunteur " jelas Ojat salah satu pesertaNgagurah dano ini tidak ada penanggung jawab dan pengurusnya, mereka digerakan dan dikomando oleh rasa kebersamaan  tradisi dan budayatradisi seperti ini sangat jarang ada di daerah daerah lain terang Ojat salah satu peserta ngagurah dano."ngagurah dano artinya menangkap ikan bersama sama dengan berendam bersama ke sungai,warga yang hadir dari sepuluh  desa di tiga kecamatan sekitar 4500 orang"Harapan saya pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten bisa menangkap potensi ini sebagai perbendaharaan budaya banten, dan bisa dijadikan festival even budaya juga bisa menjadi destinasi wisata di Kabupaten Serang. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dieng culture festival 2017